Senin, 11 Juni 2007
situasi kesalahan identitas:
A Mengira bahwa seseorang kaya padahal ia miskin.
B Orang yang salah terjebak kedalam jurang ketakutan.
C Schizophrenia.
Elemen-elemennya: anggota keluarga yang terbunuh, anggota keluarga yang menyaksikan, dan seorang pelaksana.
A1 Menyaksikan pembunuhan anggota keluarga sementara tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.
A2 Membantu menyebabkan kesengsaraan kepada seseorang melalui rahasia yang bersifat profesi.
B Mensucikan kematian orang yang dicintai.
C Mengetahui kematian seorang anggota keluarga atau teman dekat.
D Kembali ke dasar-dasar primitif lewat kesedihan karena mengetahui kematian kerabat terdekat.
Elemen-elemennya: seorang pencari dan sesuatu yang ditemukan.
Elemen-elemennya: penjahatnya, korban dari dosa yang ia buat, dan seorang interogator.
A1 Penyesalan karena kejahatan yang tak dilakukan/diketahui.
A2 Penyesalan karena pembunuhan orang tua.
A3 Penyesalan karena pembunuhan (massal).
A4 Penyesalan karena pembunuhan secara hukum (hukum mati dll)
A5 Penyesalan karena membunuh suami atau istri.
B1 Penyesalan karena kegagalan cinta.
B2 Penyesalan karena perzinahan.
Elemen-elemennya: orang yang keliru, korban kekeliruan, alasan kesalahan, dan orang yang sebenarnya bersalah.
A1 Kecurigaan dimana rasa percaya dibutuhkan.
A2 Kecurigaan yang keliru.
A3 Kecurigaan yang keliru (dimana kecemburuan bukan tanpa alasan) dari seorang kekasih gelap.
A4 Kecurigaan yang keliru yang timbul karena kesalahpahaman sikap dari orang yang dicintai.
A5 Kecurigaan yang muncul karena tidak adanya perbedaan.
B1 Kecurigaan yang keliru yang diarahkan kepada diri sendiri agar seorang teman selamat.
B2 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah.
B3 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada suami/istri yang tak bersalah sementara pasangannya yang justru bersalah.
B4 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah, namun bersalah secara niat.
B5 Kecurigaan yang keliru yang jatuh pada orang tak bersalah yang percaya bahwa ia bersalah.
B6 Saksi sebuah kejahatan, yang demi kepentingan orang yang disayang, membiarkan tuduhan jatuh kepada orang tak bersalah.
C1 Tuduhan dibiarkan jatuh kepada musuh.
C2 Kekeliruan tuduhan yang diprovokasi oleh musuh.
C3 Kekeliruan diarahkan kepada korban oleh kakak/adik sendiri.
D1 Kecurigaan yang keliru yang diprovokasi oleh penjahat yang sebenarnya kepada salah satu musuhnya.
D2 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan oleh penjahat sebenarnya kepada korban kedua dan hal ini sudah direncanakan sebelumnya.
D3 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada pesaing.
D4 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada yang tak bersalah karena ia menolak untuk menjadi kaki tangan.
D5 Kecurigaan yang keliru oleh wanita kepada kekasih gelapnya yang telah meninggalkannya karena tak mau membohongi suami sang wanita.
D6 Usaha untuk merehabilitasi diri sendiri dan untuk membalas dendam kesalahan hukum yang disengaja.
Elemen-elemennya: orang yang cemburu, obyek yang dimiliki oleh orang yang ia cemburui, kaki tangan pencemburu, dan alasan kekeliruan.
A1 Kesalahaan berasal dari pikiran curiga dari sang pencemburu.
A2 Kekeliruan dalam cemburu yang ditimbulkan dari kesempatan yang sebenarnya fatal.
A3 Kekeliruan dalam cemburu terhadap cinta yang sepenuhnya platonik (tak mengharapkan imbalan).
A4 Kecemburuan tanpa dasar yang tumbuh karena rumor yang tak jelas.
B1 Kecemburuan yang diberitahukan oleh pengkhianat yang digerakkan oleh rasa benci.
B2 Kecemburuan yang ditawarkan oleh pengkhianat dengan alasan kepentingan pribadi.
B3 Kecemburuan yang dibuat oleh pengkhianat dengan alasan cemburu juga dan kepentingan pribadi.
C1 Saling cemburu yang ditimbulkan oleh orang terhadap suami dan istri.
C2 Kecemburuan yang dibuat oleh pelamar yang ditolak kepada suami.
C3 Kecemburuan yang ditawarkan kepada suami oleh perempuan yang sebenarnya menyukainya.
C4 Kecemburuan yang dibuat untuk istri, oleh lawan yang telah dicemooh oleh sang istri itu.
C5 Kecemburuan yang dibuat untuk pasangan kekasih yang bahagia oleh suami yang dibohongi.
Elemen-elemennya: pihak yang tak bisa mati (dewa, Tuhan), dan pihak yang bisa mati (manusia).
A1 Perjuangan melawan dewa/Tuhan.
A2 Berseteru dengan para pengikut dewa/Tuhan.
B1 Kontroversi dengan dewa/Tuhan.
B2 Hukuman karena menghina dewa/Tuhan.
B3 Hukuman karena harga diri yang tinggi dihadapan dewa/Tuhan.
B4 Kesombongan karena berusah menyaingi dewa/Tuhan.
B5 Berusaha menyaingi dewa/Tuhan tanpa pikir-pikir.
BACA MPAPOLA/SELANJUTNYA >>
situasi: Kesalahan identitas
situasi kesalahan identitas:
A Mengira bahwa seseorang kaya padahal ia miskin.
B Orang yang salah terjebak kedalam jurang ketakutan.
C Schizophrenia.
situasi: Kehilangan sesuatu yang dicintai
Elemen-elemennya: anggota keluarga yang terbunuh, anggota keluarga yang menyaksikan, dan seorang pelaksana.
A1 Menyaksikan pembunuhan anggota keluarga sementara tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.
A2 Membantu menyebabkan kesengsaraan kepada seseorang melalui rahasia yang bersifat profesi.
B Mensucikan kematian orang yang dicintai.
C Mengetahui kematian seorang anggota keluarga atau teman dekat.
D Kembali ke dasar-dasar primitif lewat kesedihan karena mengetahui kematian kerabat terdekat.
situasi: Penemuan kembali sesuatu yang hilang
Elemen-elemennya: seorang pencari dan sesuatu yang ditemukan.
situasi: Penyesalan yang mendalam
Elemen-elemennya: penjahatnya, korban dari dosa yang ia buat, dan seorang interogator.
A1 Penyesalan karena kejahatan yang tak dilakukan/diketahui.
A2 Penyesalan karena pembunuhan orang tua.
A3 Penyesalan karena pembunuhan (massal).
A4 Penyesalan karena pembunuhan secara hukum (hukum mati dll)
A5 Penyesalan karena membunuh suami atau istri.
B1 Penyesalan karena kegagalan cinta.
B2 Penyesalan karena perzinahan.
situasi: Salah menghukum
Elemen-elemennya: orang yang keliru, korban kekeliruan, alasan kesalahan, dan orang yang sebenarnya bersalah.
A1 Kecurigaan dimana rasa percaya dibutuhkan.
A2 Kecurigaan yang keliru.
A3 Kecurigaan yang keliru (dimana kecemburuan bukan tanpa alasan) dari seorang kekasih gelap.
A4 Kecurigaan yang keliru yang timbul karena kesalahpahaman sikap dari orang yang dicintai.
A5 Kecurigaan yang muncul karena tidak adanya perbedaan.
B1 Kecurigaan yang keliru yang diarahkan kepada diri sendiri agar seorang teman selamat.
B2 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah.
B3 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada suami/istri yang tak bersalah sementara pasangannya yang justru bersalah.
B4 Kecurigaan yang keliru yang jatuh kepada orang tak bersalah, namun bersalah secara niat.
B5 Kecurigaan yang keliru yang jatuh pada orang tak bersalah yang percaya bahwa ia bersalah.
B6 Saksi sebuah kejahatan, yang demi kepentingan orang yang disayang, membiarkan tuduhan jatuh kepada orang tak bersalah.
C1 Tuduhan dibiarkan jatuh kepada musuh.
C2 Kekeliruan tuduhan yang diprovokasi oleh musuh.
C3 Kekeliruan diarahkan kepada korban oleh kakak/adik sendiri.
D1 Kecurigaan yang keliru yang diprovokasi oleh penjahat yang sebenarnya kepada salah satu musuhnya.
D2 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan oleh penjahat sebenarnya kepada korban kedua dan hal ini sudah direncanakan sebelumnya.
D3 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada pesaing.
D4 Kecurigaan yang keliru yang dilemparkan kepada yang tak bersalah karena ia menolak untuk menjadi kaki tangan.
D5 Kecurigaan yang keliru oleh wanita kepada kekasih gelapnya yang telah meninggalkannya karena tak mau membohongi suami sang wanita.
D6 Usaha untuk merehabilitasi diri sendiri dan untuk membalas dendam kesalahan hukum yang disengaja.
situasi: Kecemburuan yang keliru
Elemen-elemennya: orang yang cemburu, obyek yang dimiliki oleh orang yang ia cemburui, kaki tangan pencemburu, dan alasan kekeliruan.
A1 Kesalahaan berasal dari pikiran curiga dari sang pencemburu.
A2 Kekeliruan dalam cemburu yang ditimbulkan dari kesempatan yang sebenarnya fatal.
A3 Kekeliruan dalam cemburu terhadap cinta yang sepenuhnya platonik (tak mengharapkan imbalan).
A4 Kecemburuan tanpa dasar yang tumbuh karena rumor yang tak jelas.
B1 Kecemburuan yang diberitahukan oleh pengkhianat yang digerakkan oleh rasa benci.
B2 Kecemburuan yang ditawarkan oleh pengkhianat dengan alasan kepentingan pribadi.
B3 Kecemburuan yang dibuat oleh pengkhianat dengan alasan cemburu juga dan kepentingan pribadi.
C1 Saling cemburu yang ditimbulkan oleh orang terhadap suami dan istri.
C2 Kecemburuan yang dibuat oleh pelamar yang ditolak kepada suami.
C3 Kecemburuan yang ditawarkan kepada suami oleh perempuan yang sebenarnya menyukainya.
C4 Kecemburuan yang dibuat untuk istri, oleh lawan yang telah dicemooh oleh sang istri itu.
C5 Kecemburuan yang dibuat untuk pasangan kekasih yang bahagia oleh suami yang dibohongi.
situasi: Konflik dengan dewa/Tuhan
Elemen-elemennya: pihak yang tak bisa mati (dewa, Tuhan), dan pihak yang bisa mati (manusia).
A1 Perjuangan melawan dewa/Tuhan.
A2 Berseteru dengan para pengikut dewa/Tuhan.
B1 Kontroversi dengan dewa/Tuhan.
B2 Hukuman karena menghina dewa/Tuhan.
B3 Hukuman karena harga diri yang tinggi dihadapan dewa/Tuhan.
B4 Kesombongan karena berusah menyaingi dewa/Tuhan.
B5 Berusaha menyaingi dewa/Tuhan tanpa pikir-pikir.