Kamera adalah sahabat setia pria kelahiran palu 1 Desember 1975 silam ini. Dengan kamera ia bisa berbicara,berekspresi dan berkarya. Ia adalah Moh akbar, sosok yang hangat dalam bergaul ini merupakan staf divisi informasi dan Dokumentasi di Yayasan Merah Putih Palu.
Sebelum bergabung dengan Yayasan Merah Putih,pria yang senang mengumbar senyum ini sempat menjadi atlit mewakili Sulawesi Tengah di kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing, Tenggarong, Kalimantan Timur,pada Tahun1997 Lalu.
Berbekal pengalaman di dunia kepecintaalaman,pada tahun 2003 , Pria lulusan SMA Negeri 2 Biromaru ini bergabung di Yayasan Merah Putih ( YMP ) Palu.
Meski sibuk melaksanakan aktivitasnya di YMP,Jaka mengaku banyak mendapatkan Ilmu yang bermanfaat. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan lembaga ia gunakan untuk mengembangkan diri.
Di antara kegiatan tersebut adalah Lokakarya dan Pelatihan Pendidikan Alternatif, Mei 2007, Lokakarya dan Pelatihan Lembaga Ekonomi Rakyat, Juni 2007, Serta seminar Tau Taa Wana, 5 Desember 2006, namun dari sekian banyak kegiatan, Inhouse Trainning pembuatan Film Dokumenterlah yang sangat berkesan baginya.
Pelatihan yang di selenggarakan di YMP kerja sama dengan Rain Forest Foundation (RFN) tahun 2004 itu menjadi awal mula ia jatuh cinta pada dunia Photo dan Film. Sejak saat itu jaka mulai mendalami teknik - teknik pengambilan gambar baik Photo maupun Film, beberapa referensi pun ia buru untuk memperkaya ilmunya.
Hingga pada tahun 2008 impian jaka pun menjadi kenyataan. YMP mengutus dirinya untuk mengikuti Training Produksi Program Video/TV, Studio Audio Visual PUSKAT, Yogyakarta.
Setelah selesai pelatihan, jaka kemudian bergabung dalam divisi Informasi dan Dokumentasi dengan spesifikasi pendokumentasian dalam bentuk Photo,Kliping dan Film Dokumenter, kemahiran dalam memegang kamera sudah tak bisa di anggap remeh.Tak jarang dalam sebuah kegiatan ia harus mengoprasikan dua sampai tiga kamera sekaligus.
Hingga saat ini, jaka telah merampungkan lima film dokumenter Produksi Yayasan Merah Putih. Di antaranya. Pengelolaan Damar Alam Tau Taa Wana Bulang (2006),Pengelolaan Madu Hutan Tau Taa Wana Bulang,(2006),Pengelolaan Rotan Tau Taa Wana Bulang, (2006), Upaya Kritis Masyarakat Terhadap Pengelolaan Hasil Hutan di Luwuk (2008), Serta Sekolah Lipu Tau Taa Wana (2008).
Menurut Jaka, Film adalah Salah satu media kampanye yang paling baik. "Gambar gerak dan suara sangat efektif dalam menyampaikan pesan. Makanya film lebih efektif dari pada media kampanyeyang lain," kata lajang ini.
Jaka bercita - cita untuk menggambarkan realita kehidupan komunitas masyarakat dampingan YMP kepada masyarakat luar.Menurutnya masih banyak fenomena kehidupan masyarakat khususnya masyarakat adat yang belum di perhatikan oleh masyarakat umum dan pemerintah.*** Ojan
Ikuti @jakacu75
Lalove 2 by jakacu75 1